Sunday, November 21, 2010

Exchange Server 2003 SP2: "Affordable" Push Email is Coming...

Bagi perusahaan2x yg menggunakan Exchange Server 2003, tentu sangat gembira bahwa Exchange Server 2003 SP2 membawa banyak penambahan fitur yang sangat menyenangkan.

Salah satu fitur baru di Exchange Server 2003 adalah teknologi push email yg dinamakan “Direct Push”.

No more BlackBerry services needed...no more Ventus services needed...
Yg dibutuhkan hanyalah server Exchange yang terhubung ke Internet, dan mobile device yg juga terhubung ke Internet via teknologi data apa pun yg tersedia (bisa GSM/GPRS, CDMA, dan WiFi sekalipun).

Saya akan ungkapkan lebih banyak informasi dalam waktu dekat.
Yg pasti Anda sudah harus siap2x dengan mobile device yg menggunakan Windows Mobile 5.0 with Messaging and Security Feature Pack for Windows Mobile 5--syarat yg ini rasanya tidak terlalu susah, mengingat trend orang Indonesia yg selalu ingin up-to-date dalam urusan mobile device ^__^

Bagi yg masih menggunakan Exchange Server 5.5 atau Exchange Server 2000, sudah saatnya migrasi ke Exchange Server 2003?
Patut dipertimbangkan ^__^

Exchange Server 2003 SP2, Windows Mobile 5.0 with Messaging and Security Feature Pack

Exchange Server 2003 SP2, Windows Mobile 5.0 with Messaging and Security Feature Pack

Hari ini dapat kesempatan untuk ikutan training Exchange Server 2003 SP2 + Windows Mobile 5.0, yg difokuskan pada aspek mobile messaging dan security of mobile device.

Melalui Exchange Server 2003 SP2, Microsoft merilis teknologi "Direct Push" sebagai solusi push e-mail yg tidak bergantung pada telco provider. It's time to say goodbye to Indosat BlackBerry and Telkom Ventus ^__^

Dari sisi infrastruktur, selama Exchange server yg digunakan sudah bisa diakses dari luar melalui OWA (Outlook Web Access), maka sudah siap untuk melakukan push e-mail.

Sedangkan di sisi client, yg dibutuhkan adalah mobile device berbasis Windows Mobile 5.0, yg sudah dilengkapi dengan Messaging and Security Feature Pack (MSFP). Komponen MSFP ini mandatory, karena tanpanya maka mobile device berbasis Windows Mobile 5.0 Anda tidak akan bisa memanfaatkan Direct Push. Don't even talk about Windows Mobile 2003… because it's not supported for Direct Push at all >__<

Selain push e-mail, maka kombinasi Exchange Server 2003 SP2 dan Windows Mobile 5.0 + MSFP juga menambahkan fitur2x seperti kemampuan untuk sinkronisasi Tasks (selain Inbox dan Contacts), kemampuan pencarian data contact di GAL secara online, etc.

Dari sisi mobile device security, maka sekarang bisa dilakukan policy enforcement secara terpusat (misalkan length minimum dari PIN). Apabila mobile device hilang, maka bisa dilakukan remote wipe yg akan menghapus seluruh data di mobile device (anggapannya data di dalam mobile device tersebut adalah data perusahaan yg bersifat sensitif). Untuk pengamanan komunikasi berbasis e-mail, maka bisa dilakukan digital signing dan encryption menggunakan teknologi yg berbasis S/MIME. Di sisi authentication ke server Exchange, maka bisa digunakan mekanisme Certificate-based Authentication, sehingga username dan password user sama sekali tidak tersimpan di dalam mobile device.

Semuanya sangat cool… tapi korbannya adalah mobile device lama yg masih berbasis Windows Mobile 2003. Prospek implementasi infrastruktur ini cukup cerah, karena bagi yg sudah menggunakan Exchange Server 2003, hanya membutuhkan update menggunakan Exchange Server 2003 SP2. Di sisi client yg akan menggunakan teknologi baru yg di-enable oleh Exchange Server 2003 SP2, maka memang harus melakukan investasi baru dengan membeli mobile device berbasis Windows Mobile 5.0.

Btw, hati2x set expectation untuk saat ini, karena mobile device berbasis Windows Mobile 5.0 yg beredar di pasaran Indonesia saat ini ternyata belum diperlengkapi dengan MSFP. My suggestion is to specifically require your vendor to promise that they'll provide you the MSFP update as soon as it's available.

Bagi yg berminat untuk langsung lihat kedua teknologi ini secara langsung, datang saja nanti di Community in-Touch for IT Pros - Messaging Technology Updates!!!

Spam Protection in Exchange Server 2003 SP2

Spam Protection in Exchange Server 2003 SP2 (Part 1)

Dengan dirilisnya Exchange Server 2003 SP2, maka Microsoft telah melengkapi kemampuan Exchange untuk melindungi dirinya dari spam melalui fitur2x berikut ini:

1. Dukungan terhadap Block List Service
2. Intelligent Message Filtering (IMF)
3. Penerapan Sender ID Filtering

Kalau diurutkan mekanisme pengecekan terhadap spam dari ketiga fitur tersebut, maka pertama kali Exchange Server 2003 akan memeriksa apakah IP address server pengirim email terdaftar dalam block list yg disediakan oleh sejumlah block list service provider (ORDB, Spamhaus, etc.).

Lebih lanjut lagi, Exchange Server 2003 memeriksa data Sender ID dari server pengirim, apakah IP address server tersebut terdaftar sebagai mail server yg valid untuk mengirimkan email atas nama domain tertentu (note: cara kerja Sender ID akan dibahas tersendiri di bagian ketiga dari tulisan ini).

Sebelum memasuki mailbox, maka IMF bertugas untuk menambahkan informasi mengenai SCL (Spam Confidence Level) terhadap email yg diterima, dan kemudian berdasarkan konfigurasi oleh administrator, dapat ditentukan apakah sebuah email harus masuk ke junk mail atau tidak (note: cara kerja IMF akan dibahas tersendiri di bagian kedua dari tulisan ini).

Secara umum, sebelum kita menerapkan ketiga fitur tersebut, ada beberapa cara yg bisa kita lakukan untuk melindungi keamanan Exchange Server 2003 kita, yaitu dengan cara:

1. Aktifkan option "Filter recipients who are not in the Directory". Recipient filtering ini bekerja di tingkat SMTP gateway, dengan demikian mencegah SMTP server (dan koneksi Internet kita) untuk memproses email yg ditujukan ke alamat yg tidak valid.
2. Aktifkan option "Filter messages with blank sender". Sender filtering ini juga bekerja di tingkat SMTP gateway.
3. Kalau tidak benar2x diperlukan, matikan SMTP authentication di SMTP Virtual Server, untuk mencegah serangan brute force untuk meng-harvest password melalui SMTP server.

!!!jangan lupa untuk aktifkan filtering di SMTP Virtual Server yg bertugas untuk menerima email.

Sebenarnya kita juga bisa melakukan reverse DNS lookup terhadap mail server yg ingin mengirim email ke Exchange server kita. Akan tetapi cara ini sudah usang dan sulit untuk diterapkan saat ini. Alasannya adalah karena seringkali kita tidak memiliki authority yg memadai untuk menghandle Reverse Lookup Zone DNS terhadap blok IP address yg digunakan oleh perusahaan kita. Hehe..reverse lookup zone saja sudah sering dilupakan.

Tuesday, June 8, 2010

Install database oracle 10g di Windows XP

Secara umum, guide ini berlaku untuk semua instalasi Oracle. Di semua OS, proses instalasi itu sama, hanya sedikit berbeda di pre-installation requisite-nya.

Download software Database Oracle dulu. Free, alias gratis… tis.. Sebelumnya anda harus punya account di Oracle. Kalau belum punya, membuatnya gampang sekali, yang penting punya email. Ikuti saja proses “sign up”. Kalau diminta memasukkan pin OPN, dan anda tidak punya pin OPN karena company anda bukan partner-nya Oracle, kosongkan saja.

Berikut ini panduan download “Oracle Database 10g Release 2 (10.2.0.1.0)”:

1. Buka link (page) untuk download di sini
http://www.oracle.com/technology/software/products/database/index.html
2. Pilih versi database dan tipe OS

Dalam hal ini saya memilih “Oracle Database 10g Release 2 (10.2.0.1.0) for Microsoft Windows”
3. Kemudian muncul pilihan berikut
- Oracle Database 10g Release 2 (10.2.0.1.0)
- Oracle Database 10g Companion CD Release 2 (10.2.0.1.0)
- Oracle Database 10g Client Release 2 (10.2.0.1.0)
- Oracle Clusterware Release 2 (10.2.0.1.0)
- Oracle Gateways 10g Release 2 (10.2.0.1.0) (10.2.0.1.0)

Pilihlah option pertama. Kalau hanya untuk sekedar belajar database, anda cukup milih option pertama saja.

PC yang saya gunakan dalam instalasi ini adalah:
- Microsoft Windows XP Professional Version 2002 Service Pack 2
- CPU: intel 2 Ghz
- Memory: 1G
- Virtual (page) memory: 1,5G

Dengan spesifikasi tersebut, jelas PC saya sangat (lebih dari cukup) memenuhi syarat. Lebih detail tentang spesifikasi komputer yang bisa diinstall, lihat dokumentasi (installation guide) yang ada di paket software yang telah di download. Secara umum, berikut ini spesifikasinya:
Hardware:
- Physical memory (RAM) : 256 MB minimum, 512 MB recommended
- Virtual memory: dua kali RAM
- Disk space: kira-kira 5 G
- Video (monitor) adapter: 256 colors
- Processor : 550 MHz

Operating system (OS)
- Windows 2000 with service pack 1 or later. All editions, including Terminal Services and Microsoft Windows 2000 MultiLanguage Edition (MLE)
- Windows Server 2003 - all editions
- Windows XP Professional
- Windows NT is not supported.
Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Jalankan command “setup.exe” yang ada di paket software yang telah di download
Kemudian muncul Install wizard (GUI). Lihat gambarnya di sini
- Pilih option “Basic Installation”
- Masukkan directory “Oracle Home Location”
- Pilih “Installation Type”
- Jangan pilih “Create Starter Database”
- Klik button “Next”
2. Oracle installer akan mengecek OS kita, apakah requirement-nya dipenuhi atau tidak. Lihat gambarnya di sini Pastikan semua statusnya “Succeeded”. Kalau ada warning, atau statusnya bukan Succeed, bereskan dulu OS-nya. Kemudian klik button “Next”
3. Dalam proses installati, Oracle akan menjalankan program java. Bila firewall PC anda memblock java, dan muncul alert “Windows Security Alert”, kilk tombol “Unblock”. Lihat gambarnya di sini
4. Muncul summary komponen Oracle Database 10g yang siap kita install. Lihat gambarnya di sini. Kemudian klik tombol “Install”
5. Installation progress ditunjukkan oleh gambar ini.
6. Setelah itu akan dilakukan konfigurasi tambahan oleh Oracle Installer. Kita cukup perhatikan saja. Lihat gambarnya di sini. Setelah konfigurasi selesai, klik tombol “Next”. Kadang-kadang kita tidak perlu kilk tombol Next tersebut, secara otomatis wizard menuju ke berikutnya.
7. Akhirnya instalasi selesai. Lihat gambarnya di sini. Setelah itu klik tombol “Exit”

Thursday, May 27, 2010

Cloud Computing & Exchange 2010

Cloud Computing akan menjadi sangat bagus jika berada pada network local, artinya server dan client keduanya berada pada region yang sama. Dan Microsoft ternyata sudah tertarik dan serius pada bidang Cloud Computing ini, terbukti dengan mulai diterapkannya Cloud Computing pada teknologi-teknologi Microsoft. Contoh untuk Microsoft Exchange Server sekarang sudah ada Microsoft Exchange Online untuk versi Cloudnya dan Windows 8 juga nanti katanya akan menerapkan sistem Cloud Computing. Cloud computing memiliki keuntungan diantaranya: Lowering IT cost, Increasing productivity, dan penanganan masalah yang lebih baik.

Setelah itu kami diperkenalkan dengan Microsoft Exchange Server 2010. Banyak sekali kelebihan Microsoft Exchange Server 2010:

· Flexible and Reliable

o Mailbox Resiliency

Keuntungannya yaitu platformnya single buat maintenance dan mailboxnya tetap online ketika misalnya mailbox sedang dipindah antar server. Jadi user tetap bisa kirim, nerima, dan ngakses mailboxnya.

o Simplify Administration

o Flexible Deployment, Flexible Server Roles dan udah support segala keuntungan storage SATA.

o Sehingga dengan semua itu membuat deployment yang lebih mudah dan mengurangi waktu instalasi.

· Anywhere Access (support iPhone, Windows Phone, dan Android)

· Manage Inbox Overloaded dengan cara:

o Conversation view

o Mail tips (buat tips kalo misalnya user tujuan sedang di luar kota)

· Enhanced Voice Mail

o E-mail tak hanya text based. Ada audio playback atau contextual contact actions.

o Bahkan voicemailnya juga ada text previewnya.

o Juga bisa customize voicemail menu.

· Collaborate Effectively

o Untuk desktop support Outlook 2010, Outlook 2007.

o Untuk browser dukung semua browser.

o Untuk mobile dukung iPhone, Android, dan Windows Phone.

· Protection and Compliance

o Bisa backup e-mail lewat web.

o E-mail archiving

o Dan Policiesnya tidak terpaku pada folder, tapi pada tiap-tiap e-mail dan mudah memindahkan policiesnya.

· Transport rule.

o Automatically protect e-mail after being sent with Rights Managements Policies in Transport

· Dan Optimized untuk Cloud dengan adanya Microsoft Exchange Online.



Protected e-mail pada Exchange adalah untuk melindungi informasi dari user yang tak berhak menggunakan IRM (Information Rights Management). Jadi tak bisa asal forward e-mail dan juga e-mail bisa ada expire datenya juga.

Exchange 2010 juga support Calendar Sharing yang bisa dilakukan antar perusahaan via Internet mengguanakan Microsoft Federation Gateway.

Exchange 2010 juga support SMS Sync. Hanya saja untuk di Indonesia belum tahu regulasinya, apakah harus bekerjasama dengan provider atau bagaimana. SMS Sync ini membuat kita dapat mengirim dan menerima SMS melalui Exchange 2010. Inbox kita juga dapat dikirim via SMS menggunakan EAS dan pesan-pesan SMS kita dibackup di server.



di tambah fitur baru dengan Office Communications Server 2007 R2. OCS ini aplikasi yang mirip dengan YM atau Live Messenger dan bisa langsung chat dengan YM atau Live Messenger.

Dan sekarang sedang dikembangkan group chat pada OCS sehingga kita bisa membuat sendiri room chat. OCS juga support untuk dijalankan di Windows Phone, Nokia S40, Motorola RAZR, Blackberry BES dan bahkan bisa juga dijalankan di Web. Dan yang asyik kita bisa video conference dengan kualitas HD kalau mau.

Friday, April 30, 2010

Quick Tip: Postfix Flush the Mail Queue

Traditional "sendmail -q" command flushes mail queue. Under Postfix, just enter the following to flush the mail queue
# postfix flush
OR
# postfix -f

To see mail queue, enter:
# mailq

To remove all mail from the queue, enter:
# postsuper -d ALL

To remove all mails in the deferred queue, enter:
# postsuper -d ALL deferred
postfix-delete.pl script

Following script deletes all mail from the mailq which matches the regular expression specified as the first argument (Credit: ??? - I found it on old good newsgroup)

#!/usr/bin/perl

$REGEXP = shift || die "no email-adress given (regexp-style, e.g. bl.*\@yahoo.com)!";

@data = qx;
for (@data) {
if (/^(\w+)(\*|\!)?\s/) {
$queue_id = $1;
}
if($queue_id) {
if (/$REGEXP/i) {
$Q{$queue_id} = 1;
$queue_id = "";
}
}
}

#open(POSTSUPER,"|cat") || die "couldn't open postsuper" ;
open(POSTSUPER,"|postsuper -d -") || die "couldn't open postsuper" ;

foreach (keys %Q) {
print POSTSUPER "$_\n";
};
close(POSTSUPER);


For example, delete all queued messages from or to the domain called fackspamdomain.com, enter:
./postfix-delete.pl fackspamdomain.com
Delete all queued messages that contain the word "xyz" in the e-mail address:
./postfix-delete.pl xyz

Wednesday, April 28, 2010

Modus Baru Kejahatan Perbankan senilai 2.7M

Rabu, 28 April 2010
Modus Baru Kejahatan Perbankan

Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, Kompol Sunario SIk memperlihatkan surat dan cek yang digunakan menipu salah seorang pengusaha di Kota Pontianak, kemarin (2/2).
Negeri ini negeri para penipu. Saban detik ada saja modus kejahatan. Diawali temuan dokumen bodong. Korban dituntun dan dihipnotis. Uang pun melayang.

PONTIANAK. Pelaku kejahatan perbankan kian kreatif saja melancarkan aksinya. Bermodalkan cek bodong Rp 2,7 miliar yang sengaja dijatuhkan di jalan, pelaku menguras uang di rekening korbannya hingga jutaan rupiah.

In, 40, salah seorang warga yang tinggal di kawasan Purnama, Kota Pontianak menjadi korban pertama aksi ini. Lelaki yang enggan nama aslinya dipublikasikan tersebut harus merelakan uang tabungannya sekitar Rp 7 juta dikuras pelaku, sekitar pukul 11.00, Selasa (2/2). In pun memilih melaporkannya ke Mapoltabes Pontianak.

Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, Kompol Sunario SIk dijumpai wartawan di kantornya mengatakan, peristiwa pembobolan rekening itu diawali penemuan satu bundel berkas yang berisi cek, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Besar, dan Surat Keterangan Tanah yang di-staples rapi. “Berkas ini ditemukan korban di depan rumahnya sekitar pukul 10.00,” ucap Sunario.

Dalam cek bodong bernomor CA 8680652 dan berlogo Bank BCA tersebut tertulis nama pemilik, Ir Lumaksono. Nilai uang di dalamnya mencapai Rp 2,7 miliar dengan masa jatuh tempo tanggal 25 Maret 2010.

Pada SKT bernomor 500/32/BPN yang dikeluarkan BPN Kabupaten Manokwari, Irian Jaya tertulis nama Drs A Lesmissa MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari. Sang Sekda yang beralamat di Jalan S Condronegaro ini disebut memiliki sebidang tanah seluas 46.927 meter persegi.

Sementara pada SIUP Besar bernomor 531/22-08/PK/X/2008 yang dikeluarkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Badung, Bali tertanggal 17 Oktober 2008 tersebut tertulis nama perusahaan PT Expres Artha Bali. Presiden Direktur perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan barang dan jasa dengan jenis kelembagaan distributor, eksportir dan importir itu juga Ir Lumaksono.

Dalam SIUP Besar yang juga bodong itu, tertulis alamat perusahaan di jalan Kartajaya Indah Timur, 14, C-9, Kabupaten Badung dengan nomor telepon (0361) 5898988. Sementara sang Presiden Direktur beralamat di jalan Raya Darmo Indah Timur CC-99, Denpasar, Indonesia dengan nomor HP 081386777887.

“Setelah menemukan berkas ini, korban kemudian menghubungi nomor telepon perusahaan dan dijawab oleh seseorang yang mengaku karyawan perusahaan tersebut. Oleh orang menjanjikan hadiah ucapan terima kasih kepada korban karena telah menemukan cek ini,” ucap Sunario.

Lantaran ucapan terima kasih berupa uang tunai, sang karyawan lantas meminta korban menyebutkan nomor rekeningnya agar bisa mentransfer uang. Tanpa berpikir panjang, korban pun manut menyerahkan nomor rekening tabungan Bank BCA-nya yang berisi saldo sekitar Rp 7 juta. Dalam keadaan terperdaya, korban bahkan manut saat dituntut mentransfer uang ke rekening yang diminta pelaku.

“Sekitar satu jam kemudian korban ngecek saldonya ke ATM. Saldo korban bukannya bertambah, justru ludes disedot pelaku,” tandas Sunario.

Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Drs Suhadi SW MSi yang dijumpai terpisah membenarkan kasus tersebut. Menurutnya, bundelan yang berisi cek, SIUP dan SKT itu tidak hanya satu buah. Masih ada enam bundelan lainnya yang ditemukan warga di beberapa kawasan berbeda, namun isinya sama.

“Satu bundelan ditemukan di kawasan Jalan Budi Utomo, Siantan. Dua bundelan ditemukan di kawasan Jalan Tanjung Hulu, dan tiga bundelan lainnya ditemukan di kawasan Jalan YM Sabran,” bebernya.

Pelaku yang kini sedang diburu polisi diduga sengaja meletakkan bundelan tersebut Selasa malam. Soalnya, warga rata-rata menemukan bundelan saat subuh hari. “Ada masyarakat lain yang mencoba menelepon. Tapi langsung diputuskan oleh pelaku karena masyarakat yang menelepon itu mengatakan ingin mengantar langsung bundelan tersebut,” kata Suhadi.

Ditegaskannya, modus penipuan atau pembobolan rekening nasabah seperti ini adalah modus baru. “Kita minta kepada masyarakat untuk tetap waspada. Jangan mudah terpengaruh oleh iming-iming apa pun,” imbaunya.

Suhadi menambahkan, peristiwa ini murni penipuan. Tidak ada SKT yang dikeluarkan BPN. Sebaliknya, SKT hanya dikeluarkan oleh kelurahan. “Kita juga sudah cek ke pihak Polda Bali. Tidak ada nama jalan Kartajaya Indah Timur di sana (Bali, red),” tandasnya.

Tuntun Pelaku
Kasat Reskrim Poltabes Pontianak, Kompol Sunario SIk menilai pelaku cukup cerdik melakukan aksinya. “Pelaku menuntun korban untuk menghubunginya dengan melampirkan SIUP perusahaan yang tertera nomor telepon,” ucap Sunario.

Pencantuman nomor telepon dan SIUP tersebut dimaksudkan untuk lebih menyakinkan korban. “Ini juga dimaksudkan agar korban bisa menghubungi pelaku dengan mudah,” ulasnya.

Saat menghubungi nomor telepon yang ada di bundelan tersebut, korban dituntun menuju ATM. Ia kemudian diperdaya dan tanpa sadar mentransfer sejumlah uang. “Korban benar-benar terperdaya,” ujarnya.

Polisi, kata dia, masih memburu pelaku tersebut. Tak menutup kemungkinan pelaku memiliki jaringan. “Kita masih melakukan penyelidikan agar bisa mengungkap siapa pelakunya,” pungkas Sunario.

Area Manager BCA Pontianak, Panca Suprihanto yang dikonfirmasi via selularnya menyakini bahwa korban dihipnotis oleh pelaku. “Saya yakin korban di hipnotis dan membuka semuanya, baik nomor rekening maupun nomor PIN (Personal Identification Number, red),” ucap Panca.

Menurutnya, PIN merupakan kunci utama melakukan transaksi di BCA, baik penarikan, transfer, internet banking, maupun layanan phone banking. “Selama PIN tidak diberikan, tidak akan terjadi pembobolan,” katanya.

Agar terhindar dari segala kejahatan perbankan, Panca mengimbau agar seluruh nasabah BCA mengedepankan prinsip kehati-hatian. “Jangan percaya pada orang yang menawarkan bantuan. Jangan memberikan PIN kepada siapa pun, termasuk petugas bank. Terakhir gunakan notifikasi (pemberitahuan) SMS, yakni laporan via SMS dari bank ke nasabah setiap ada aktivitas di rekening nasabah dengan batas limit minimal Rp 1 juta,” tukasnya. (bdu)

Kronologis
1. Ian menemukan bundelan berisi cek, SIUP dan SKT di depan rumahnya sekitar pukul 10.00.
2. Beberapa saat kemudian, Ian menghubungi nomor perusahaan yang ada di SIUP dan berbicara dengan seseorang yang mengaku karyawan.
3. Sang karyawan meminta Ian menyebutkan nomor rekening untuk mengirimkan sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih.
4. Sekitar jam 11.00, saldo tabungan Ian terkuras habis.